Pernah nggak sih, buka kulkas dengan harapan nemu inspirasi, tapi yang kelihatan cuma satu bahan itu-itu saja? Rasanya pengin masak, sih. Otaknya malah sudah keburu capek duluan.
Akhirnya ya balik lagi ke menu yang sama. Goreng lagi. Tumis lagi. Begitu terus!
Padahal, sering kali masalahnya bukan pada bahan, melainkan cara kita melihat bahan itu sendiri.
Makanya, cooking challenge kali ini sengaja dibuat sederhana.
Cukup satu bahan utama, diolah jadi tiga menu yang benar-benar berbeda. Bukan beda dikit, lho. Beda semuanya, mulai dari suasana, rasa, dan momen makannya.
Dan supaya realistis, kita pakai bahan yang gampang ditemui dan hampir selalu ada di dapur, yaitu ayam.
Rules Simpel, Kuncinya di Kreativitas
Sebelum mulai, kita bikin aturan kecil, yuk!
Pertama, bahan utamanya tetap ayam. Kedua, bumbu dan teknik bebas, kok. Ketiga, hasil akhirnya harus terasa beda, bukan cuma ganti sambal.
Tujuannya bukan pamer jago masak, tapi ngusir rasa bosan di dapur.
Karena jujur saja, masak tiap hari itu capek kalau isinya itu-itu terus. Iya, nggak?!
Menu 1: Ayam Goreng Bumbu Kuning yang Selalu Bisa Diandalkan
Menu pertama sengaja dipilih yang paling aman. Ayam goreng bumbu kuning.
Ini tipe menu yang jarang ditolak siapapun. Mau anak-anak, orang tua, atau tamu dadakan, biasanya masuk.
Bumbunya pun sederhana. Cukup siapkan bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, lengkuas, dan daun salam.
Ayam diungkep perlahan sampai bumbu meresap, lalu digoreng.
Kenapa menu ini penting?
Karena dalam cooking challenge, selalu bagus punya satu menu “penjaga moral”. Kalau dua menu lain terasa gagal, setidaknya masih ada satu yang pasti enak.
Dan iya, ini juga menu yang paling cepat habis di meja makan. Selamat mencoba!
Menu 2: Ayam Suwir Sambal Matah buat yang Mulai Bosan
Nah, setelah menu “aman”, kita geser suasananya.
Ayam yang sama, entah sisa ungkep atau rebusan, kini disuwir.
Nggak perlu mikir cantik. Justru makin acak, makin terasa rumahan. Lalu kita bikin sambal matah dari bawang merah, cabai rawit, serai, daun jeruk, dan minyak panas.
Begitu ayam ketemu sambal matah, rasanya langsung berubah, lho.
Dari yang hangat dan soft, jadi segar dan bikin melek. Cocok dimakan siang hari, apalagi kalau cuaca lagi panas dan nasi masih hangat.
Menu ini sering bikin orang lupa kalau bahannya sama dengan ayam goreng tadi.
Padahal sumbernya sama. Cara memperlakukannya saja yang beda.
Menu 3: Sup Ayam Sederhana, Lezat Tanpa Ribet
Menu ketiga biasanya lahir bukan dari ide, tapi dari kondisi.
Lagi capek, pengin makan pelan-pelan, atau badan terasa nggak enak. Sup ayam sederhana jadi jawabannya!
Bumbunya minimal ada bawang putih, bawang merah, merica, garam. Tambahkan pula wortel, kentang, dan daun bawang secukupnya.
Nggak perlu kejutan rasa. Fokusnya justru di rasa yang clean dan hangat.
Menariknya, ayam yang tadi digoreng atau disuwir, kalau masuk sup, rasanya bisa berubah total.
Lebih lembut, bahkan eolah-olah jadi bahan yang benar-benar baru.
Kadang kita butuh menu seperti ini. Nggak heboh, tapi pas aja, gitu!
Dari Satu Bahan, Tiga Suasana Makan yang Berbeda
Kalau diperhatikan, tiga menu ini bukan cuma beda rasa, tapi beda fungsi.
Ayam goreng untuk makan bareng keluarga. Ayam suwir sambal matah buat makan cepat tapi nikmat. Sedangkan sup ayam cocok di momen istirahat.
Padahal bahan dasarnya sama.
Ini bukti kalau masak itu bukan berarti perlu variasi bahan mahal, tetapi soal niat mengolah dan sudut pandang.
Yang perlu diingat, cooking challenge bukan kompetisi. Bukan juga ajang mencari kesempurnaan. Justru serunya ada pada proses mikir, coba, kadang gagal, lalu ketawa sendiri.
Hari ini ayam. Besok bisa tahu. Lusa tempe, atau telur.
Tantangannya bisa kamu atur sendiri. Mau dua menu, tiga menu, atau bahkan lebih.
Yang penting, dapur jadi tempat eksplorasi, bukan cuma rutinitas.
Tertarik ide masak sederhana yang tetap terasa hidup dan realistis? Kamu bisa terus cari inspirasi di agoodcookingday.com.
Karena hari memasak yang baik sering kali dimulai dari satu bahan dan sedikit keberanian buat mencoba cara baru.